Mengenai SayaBIODATA Asy’ari Hidayah Hanafi dengan nama pena Ary Toekan, lahir di Wewit-Adonara Te

Adonara, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
BIODATA Asy’ari Hidayah Hanafi dengan nama pena Ary Toekan, lahir di Wewit-Adonara Tengah-Flores Timur pada tanggal 11 Agustus 1981. Menamatkan strata I pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kupang pada tahun 2009. Asy’ari Hidayah Hanafi kini menjadi guru pada SMP Negeri Panca Marga Kolimasang, Adonara, Flores Timur, NTT. Pengalaman menulis :  Karya jurnalistik, esai dan puisi dimuat di Media Online weeklyline.net, Flores Post, Jong Flores, Kalabahi Pos dan Media Pendidikan Cakrawala NTT.  Menulis Buku “Tapak Tuah” Antologi Puisi Tiga Pengajar Muda Flores Timur Penerbit Nusa Indah, Ende 2017  Menulis Buku “Revolusi Mental Ala Guru” Kumpulan Esai Guru Flores Timur Penerbit Coral Maumere 2018 Asy’ari Hidayah Hanafi juga menjadi pembicara dan Nara Sumber diklat menulis dibeberapa sekolah dan Komunitas Anak Muda di Flores Timur. Pengurus Asosisasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Flores Timur. Aktif di Nara Teater Flores Timur dan menjadi salah satu aktor dalam Lakon “Ina Lewo” Pentas Pekan Teater Nasional 2018, Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta 13 Oktober 2018.

Jumat, 20 Mei 2016

Guru Indonesia Terpilih Juara Guru Inovatif Sedunia



Guru Indonesia Terpilih Juara Guru Inovatif Sedunia

Ditulis Oleh Joy Johari pada Jumat, 29 Mei 2015 | 03.39


Kalau kita orang Indonesia mendengar bahwa ada Guru Indonesia menjadi juara lomba mengajar yang inovatif sedunia, tentu saja ikut gembira dan bangga. Walaupun kualitas pendidikan Indonesia dianggap jalan di tempat, namun Indonesia ternyata menyimpan banyak guru yang baik dan inovatif. Salah satunya dibuktikan dengan berita yang dilansir oleh dream.co.id berikut ini.
Puji%2BLestari%2Bdan%2BMuhammad%2BZulham
Puji Lestari dan Muhammad Zulham (memegang Piagam)
Dua pengajar Indonesia, Puji Lestari dari SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo dan Muhammad Zulham dari SMP 1 Sedayu Bantul dinobatkan sebagai guru inovatif sedunia. Mereka terpilih menjadi First Runner Up ajang Global Educator Challenge yang digelar Microsoft di Washington DC, Amerika Serikat.
Ajang ini digelar pada 29 April sampai dengan 1 Mei 2015. Sebanyak 300 pengajar dari 80 negara berkumpul dan saling bertukar pikiran di ajang ini.
Puji berhasil memukau dewan juri pada kategori Project Plan melalui program pembelajaran lingkungannya, sedangkan Zulham meraih penghargaan kategori Learning Activity dengan proyek Gallery Walk yang dibuatnya.
"Proyek yang saya tunjukkan dalam acara ini mengenai kampanye lingkungan bersih yang telah saya lakukan di sekolah bersama dengan para murid saya. Pertama, murid melakukan observasi di rumah mereka dan lokasi sekitar sekolah," ujar Puji, melalui keterangan tertulis dilansir Dream.co.id dari Microsoft, Kamis, 28 Mei 2015.
Puji menerangkan, siswanya mencatat jenis mencatat jenis sampah yang ada dan penanganannya oleh masyarakat sekitar. Setelah masa observasi, kata dia, para siswa membuat brosur mengenai kebersihan dengan pesan utama reduce, reuse dan recycle agar dapat ditiru dan diterapkan masyarakat sekitar," kata dia.
Sementara Zulham membuat proyek Gallery Walk untuk meningkatkan keterlibatan siswa yang kurang aktif di kelas. Proyek ini dia mulai sejak tahun 2013 lalu.
Dalam proyek ini, Zulham membagi siswa menjadi dua kelompok. Satu kelompok bertugas menjaga booth dan mempresentasikan proyek, sedangkan kelompok satunya bertanya pada penjaga booth.
"Untuk membuat proyek ini mereka menggunakan berbagai teknologi, termasuk smartphone untuk mengakses informasi di internet. Melalui proyek ini, anak-anak dapat belajar menggunakan teknologi dan kemampuan komunikasi verbal mereka juga terasah,” kata dia.
Terkait dengan kompetisi sendiri, Puji dan Zulham mengaku begitu senang. Ini lantaran mereka dapat bertemu dengan guru dari seluruh dunia dan berbagi teknik dan pengalaman mengajar yang begitu variatif.
"E2 Global Educator Exchange yang diselenggarakan Microsoft adalah kesempatan yang luar biasa bagi saya dan sekolah untuk mendapatkan ide terkait metode mengajar dan juga pengembangan diri," kata Puji.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Zulham. "Melalui acara E2 Global Educator Exchange, saya mendapatkan banyak pengalaman bertemu dengan guru-guru dari 80 negara. Saya belajar banyak tentang metode-metode mengajar yang semakin variatif dan saling berbagi mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran di kelas," ungkap dia.
Sumber: Dream.co.id